UIN Palopo Perkuat Mutu Akademik, dari Kompetensi Riset hingga Kesiapan Perkuliahan
Penguatan mutu akademik kampus tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan menghasilkan penelitian, tetapi juga pada kesiapan sistem pembelajaran dan layanan akademik. Foto: Humas UIN Palopo.
Kabar | hijaupopuler.id
Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo terus memperkuat kualitas akademik melalui pengembangan kompetensi penelitian sekaligus pematangan berbagai perangkat pembelajaran menjelang Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Upaya tersebut terlihat dari pelaksanaan Kuliah Pakar Pascasarjana UIN Palopo yang mengangkat tema “Penguatan Kompetensi Penelitian ke Multidisiplin Ilmiah” di Aula Pascasarjana UIN Palopo, Kampus I Jalan Agatis, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Sabtu (15/8/2026), serta Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan perkuliahan Semester Ganjil 2026/2027 di Aula Rektorat UIN Palopo, juga di Kampus I Jalan Bitti, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Selasa (18/8/2026).
Dua agenda tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem akademik UIN Palopo, mulai dari peningkatan kapasitas sivitas akademika dalam menghasilkan penelitian berkualitas hingga memastikan kesiapan distribusi mata kuliah dan jadwal perkuliahan.
Kuliah Pakar Pascasarjana menghadirkan Prof Fahmi Gunawan dan Prof Sitti Mania sebagai narasumber. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi kerja sama UIN Palopo dengan UIN Alauddin Makassar dan UIN Kendari, khususnya dalam penguatan kompetensi penelitian, pengembangan akademik, dan peningkatan kualitas sumber daya akademik.
Kegiatan dibuka Rektor UIN Palopo, Abbas Langaji, didampingi Direktur Pascasarjana UIN Palopo, Prof Muhaemin. Peserta terdiri atas sivitas akademika Pascasarjana UIN Palopo, khususnya mahasiswa yang tengah mengembangkan kemampuan penelitian dan penulisan karya ilmiah.
Dalam sambutannya, Rektor Abbas menekankan pentingnya membangun budaya membaca dan menulis sebagai bagian dari tradisi akademik.
Menurutnya, kebiasaan membaca dapat membantu mahasiswa memperluas wawasan, menemukan teori yang relevan, memahami penelitian terdahulu, serta membuka ruang lahirnya gagasan baru yang dapat dikembangkan menjadi karya ilmiah.
Penguatan kompetensi penelitian juga menjadi perhatian Prof Fahmi. Ia menekankan bahwa penguasaan metodologi penelitian merupakan salah satu kunci menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
Metode penelitian, kata dia, harus disesuaikan dengan masalah dan tujuan penelitian sehingga peneliti mampu menentukan data yang dibutuhkan, melakukan analisis secara tepat, hingga menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Prof Fahmi juga mendorong mahasiswa memanfaatkan jurnal dan sumber ilmiah bereputasi dengan memperhatikan relevansi, kualitas, kemutakhiran, dan kesesuaiannya dengan fokus penelitian.
Dalam pemaparannya, ia turut membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam kegiatan akademik. Teknologi tersebut dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menemukan ide, menentukan kata kunci, memahami konsep, memetakan referensi, hingga membantu proses awal penulisan.
Namun, penggunaan AI tetap harus disertai pemeriksaan dan verifikasi. Peneliti tetap bertanggung jawab terhadap substansi, akurasi, dan kebenaran karya ilmiah yang dihasilkan.
Sementara itu, Prof Sitti menekankan pentingnya etika dan integritas akademik dalam seluruh proses penelitian dan penulisan ilmiah. Akademisi diingatkan untuk menjaga kejujuran penelitian, mencantumkan sumber secara benar, serta menghargai karya dan gagasan peneliti lain.
Direktur Pascasarjana UIN Palopo, Prof Muhaemin, berharap karya ilmiah mahasiswa tidak berhenti sebagai pemenuhan tugas perkuliahan atau penyelesaian tesis.
“Karya ilmiah mahasiswa diharapkan memiliki kualitas dan kontribusi ilmiah serta memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi publikasi pada jurnal bereputasi,” ujarnya.
Penguatan kompetensi akademik tersebut kemudian berlanjut pada aspek kesiapan penyelenggaraan pembelajaran. Tiga hari setelah kuliah pakar, UIN Palopo menggelar Rakor persiapan perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Selasa (18/8/2026) kemarin.
Rakor membahas distribusi mata kuliah dan penyusunan jadwal perkuliahan sebagai bagian dari persiapan pembelajaran yang dijadwalkan dimulai pada awal September 2026.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Palopo, Munir Yusuf, mengatakan koordinasi tersebut penting untuk memastikan seluruh persiapan akademik berjalan dengan baik.
Menurutnya, distribusi mata kuliah dan jadwal perkuliahan perlu disusun secara matang agar pelaksanaan Semester Ganjil 2026/2027 dapat berlangsung efektif dan terkoordinasi.
Rektor Abbas, turut mengapresiasi layanan akademik yang telah diberikan seluruh jajaran pengelola bidang akademik.
“Pertemuan ini penting untuk memastikan distribusi dan jadwal mata kuliah tersusun dengan baik sehingga proses perkuliahan dapat berjalan secara efektif dan terkoordinasi,” sebut Rektor.
Rakor tersebut melibatkan para Dekan Fakultas, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Kepala UPA Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD), Kepala UPA Ma’had Al-Jami’ah, para Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Kepala Pusat Manajemen Diklat dan Pengembangan Kurikulum, para Ketua Program Studi S1, Kabag TU Fakultas, serta Kasubag Layanan Akademik.
Rangkaian agenda tersebut menunjukkan penguatan mutu akademik kampus tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan menghasilkan penelitian, tetapi juga pada kesiapan sistem pembelajaran dan layanan akademik.
Dengan penguatan kompetensi riset, budaya literasi, integritas akademik, serta kesiapan perangkat perkuliahan, UIN Palopo menempatkan peningkatan kualitas sumber daya akademik sebagai bagian penting dalam menyambut Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Apa Reaksi Anda?

