Mahasiswa UIN Palopo Gerakkan Literasi Alquran hingga Pelosok Desa
Ketersediaan mushaf Alquran dan buku Iqro di masjid diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, sekaligus memperluas kesempatan anak-anak dan remaja untuk belajar membaca serta memahami Alquran. Foto: Humas UIN Palopo.
Islami | hijaupopuler.id
Di tengah tantangan rendahnya akses bahan belajar keagamaan di sejumlah wilayah pedesaan, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menghadirkan langkah nyata dengan menyalurkan bantuan Alquran dan buku Iqro kepada masyarakat di Masjid Nurul Yaqin, Desa Pelalan, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Jumat (31/7/2026) kemarin.
Gerakan yang diinisiasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) pada Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Palopo tersebut merupakan hasil penggalangan donasi yang melibatkan pengurus, anggota, mahasiswa, hingga alumni Prodi KPI. Bantuan berupa Alquran, buku Iqro, dan dana tunai diserahkan sebagai upaya memperkuat literasi keagamaan, terutama bagi anak-anak dan remaja di desa.
Ketua Prodi KPI UIN Palopo, Jumriani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat sekaligus bagian dari ikhtiar memperluas akses pendidikan Islam di daerah.
"Bantuan Alquran dan Iqro ini merupakan hasil donasi yang dihimpun oleh HMPS KPI UIN Palopo. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran Alquran dan meningkatkan semangat generasi muda dalam memperdalam ilmu agama," ujar Jumriani yang turut mendampingi mahasiswa saat penyerahan bantuan.
Ia juga mengapresiasi sambutan hangat masyarakat Desa Pelalan yang dinilai menjadi energi positif bagi mahasiswa untuk terus menghadirkan program-program sosial berbasis pemberdayaan masyarakat.
Bagi HMPS KPI UIN Palopo, kegiatan tersebut bukan sekadar aksi berbagi, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya literasi Alquran di tingkat akar rumput. Ketersediaan mushaf Alquran dan buku Iqro di masjid diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, sekaligus memperluas kesempatan anak-anak dan remaja untuk belajar membaca serta memahami Alquran.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, mahasiswa dinilai memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat. Melalui gerakan sederhana seperti penyediaan sarana belajar Alquran, kampus menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana sinergi mahasiswa, alumni, dan sivitas akademika mampu menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial dan pendidikan keagamaan di wilayah pedesaan.
Apa Reaksi Anda?

