UIN Palopo Perluas Peluang Studi Internasional dan Perkuat Literasi Bisnis Digital
Selain membuka wawasan mengenai kesempatan studi internasional, perguruan tinggi juga mendorong mahasiswa memahami regulasi, etika, dan dinamika dunia usaha agar lebih siap menghadapi tantangan global. Foto: Humas UIN Palopo.
Kabar | hijaupopuler.id
Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo memperkuat kolaborasi dengan mitra eksternal untuk memperluas akses pendidikan internasional sekaligus meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang persaingan usaha di era digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan VIEW Education Consultant pada Kamis (8/10/2026) dan kegiatan Dosen Tamu bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah VI Makassar, Jumat (9/10/2026).
Pada Kamis, UIN Palopo melalui Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (PK2) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) dengan VIEW Education Consultant. Kegiatan yang dirangkaikan dengan sosialisasi kuliah luar negeri dan kelengkapan dokumen perjalanan tersebut berlangsung di Auditorium Mini Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), Kampus III UIN Palopo, Jalan Tokasirang, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara.
Kegiatan itu dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Palopo, Takdir Ishak, serta pimpinan VIEW Education Consultant, Ovhyanti Marloana, dan senior counselor Eka Arini. Sekira 100 peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni mengikuti sosialisasi tersebut.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh informasi mengenai peluang melanjutkan pendidikan ke luar negeri, termasuk persyaratan administrasi dan persiapan dokumen perjalanan. Negara tujuan yang dibahas mencakup kawasan Asia, Australia, Amerika, dan Eropa. Kerja sama tersebut diharapkan memperluas akses informasi dan pendampingan bagi mahasiswa serta alumni yang ingin melanjutkan studi ke tingkat internasional.
Kepala UPA PK2 UIN Palopo, Andi Musafir Rusyaidi, mengatakan kemitraan dengan pihak profesional diharapkan memperkuat layanan pengembangan karier dan peningkatan kompetensi mahasiswa serta alumni. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring yang mendukung pengembangan sumber daya manusia.
Sehari kemudian, Jumat (9/10/2026), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Palopo berkolaborasi dengan KPPU Kantor Wilayah VI Makassar menggelar Dosen Tamu 2026 bertajuk KPPU Goes to Campus: Membentuk Generasi Muda yang Cerdas dalam Persaingan Usaha. Kegiatan berlangsung di Aula Mini FEBI, juga di Kampus III UIN Palopo, dan diikuti pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa secara luring dan daring.
Dekan FEBI UIN Palopo, Anita Marwing, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antarlembaga yang perlu diwujudkan melalui program konkret dan memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori persaingan usaha, tetapi juga perlu menguasai aturan, menjunjung etika, dan membangun usaha secara bertanggung jawab.
Kegiatan menghadirkan Plt Kepala Kantor Wilayah VI KPPU Makassar, Dahliana Tanur, dan Kepala Bidang Penegakan Hukum KPPU Makassar, Charisma Desta Ardiansyah. Dahliana menjelaskan pentingnya persaingan usaha yang sehat dengan mengedepankan kualitas produk, harga kompetitif, inovasi, dan pelayanan. Ia juga mengingatkan bahwa praktik monopoli, kartel, diskriminasi, serta penguasaan pasar secara tidak wajar dapat menghambat terciptanya iklim usaha yang adil.
Selain membahas penegakan hukum persaingan usaha, Dahliana mengaitkan prinsip persaingan yang sehat dengan nilai-nilai Islam, seperti fastabiqul khairat, keadilan, kemaslahatan, dan amanah. Mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis sebagai calon pelaku usaha, inovator, konsumen kritis, sekaligus bagian dari masyarakat yang dapat berkontribusi dalam pengawasan publik.
Sementara itu, Charisma Desta Ardiansyah menyoroti tantangan persaingan usaha di era ekonomi digital. Marketplace dan platform digital membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan persoalan, seperti ketergantungan terhadap platform, perubahan komisi secara sepihak, pengaturan visibilitas produk, penguasaan data, serta potensi penyalahgunaan posisi tawar.
Ia menekankan pentingnya kemitraan yang adil antara usaha besar dan UMKM agar hubungan bisnis dibangun atas dasar saling memerlukan, mempercayai, memperkuat, dan menguntungkan. Pemahaman terhadap regulasi dan etika bisnis menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.
Dua kegiatan tersebut dinilai menunjukkan upaya UIN Palopo memperkuat relevansi pendidikan tinggi melalui kolaborasi dengan mitra profesional. Selain membuka wawasan mengenai kesempatan studi internasional, perguruan tinggi juga mendorong mahasiswa memahami regulasi, etika, dan dinamika dunia usaha agar lebih siap menghadapi tantangan global.
Apa Reaksi Anda?

