Literasi, Pertanian, Toleransi, dan Antinarkoba Warnai Pengabdian KKN UIN Palopo
Melalui berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mahasiswa dinilai menjalankan tugas akademik, sekaligus membangun kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat. Foto: Humas UIN Palopo.
Kabar | hijaupopuler.id
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo tampak terus menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat melalui beragam program pengabdian. Mulai dari penguatan literasi di madrasah, promosi potensi pertanian desa, edukasi moderasi beragama, hingga sosialisasi bahaya narkoba, berbagai kegiatan tersebut menyasar kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kualitas generasi muda.
Di Desa Mekar Sari, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, mahasiswa KKN Angkatan XLVIII Posko 73 menyalurkan bantuan buku bacaan kepada madrasah, Senin (5/10/2026). Buku-buku yang diserahkan mencakup bahan pembelajaran, pengetahuan agama, dan wawasan umum. Bantuan tersebut berasal dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Firman Patawari, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan literasi di lingkungan pendidikan.
Koordinator Posko 73 mengatakan, penyaluran buku itu diharapkan menambah koleksi bacaan, serta menumbuhkan minat baca dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa. Kepala MI Nurul Iman, Jumadil Akhir, mengapresiasi bantuan tersebut. Menurutnya, koleksi buku di madrasah masih terbatas sehingga tambahan bahan bacaan sangat membantu mendukung kegiatan belajar dan memperluas wawasan peserta didik.
Sementara itu, mahasiswa KKN Kelompok 80 di Desa Wanasari, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, mengangkat potensi pertanian lokal melalui kegiatan promosi hasil pertanian pada Rabu (7/10/2026). Desa Wanasari dikenal sebagai Kampung Pangan Adhyaksa yang memiliki potensi produksi melon dan semangka dengan hasil panen mencapai hitungan ton. Potensi tersebut menjadi salah satu kekuatan ekonomi desa yang perlu terus diperkenalkan dan dikembangkan.
Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) turut berperan dalam membantu pemasaran hasil pertanian warga. Dewa Made, salah seorang petani muda di desa tersebut, menilai dukungan BUMDes memberikan kemudahan bagi petani dalam memasarkan hasil panen sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN mendorong agar potensi pertanian Wanasari semakin dikenal dan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Di hari yang sama, mahasiswa KKN Posko Desa Paccerakang, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, menggelar seminar moderasi beragama di SMP Negeri Satu Atap Paccerakang. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.30 Wita tersebut diikuti guru, tenaga kependidikan, serta siswa kelas VII hingga IX dari latar belakang agama Islam, Katolik, dan Kristen. Seminar ini menghadirkan Makmur Sentosa, Kepala Pusat Studi Pancasila dan Moderasi Beragama LP2M UIN Palopo, sebagai pemateri.
Dalam pemaparannya, Makmur menekankan pentingnya komitmen kebangsaan, toleransi, penolakan terhadap kekerasan, serta penghargaan terhadap budaya lokal sebagai bagian dari praktik moderasi beragama. Materi juga menyoroti pentingnya mencegah perundungan di lingkungan sekolah dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan mampu membangun sikap saling menghormati di tengah keberagaman serta menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Upaya membangun kesadaran generasi muda juga dilakukan mahasiswa KKN Lingkar Kampus T09-03 di Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Kota Palopo. Bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo, mereka menggelar sosialisasi antinarkoba di MAN Palopo pada Rabu (7/10/2026). Kegiatan bertema “Bersama Melawan Narkoba, Jaga Masa Depan Bangsa” ini menghadirkan Jufri Mustafa, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Kota Palopo.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan, pendidikan, lingkungan sosial, dan masa depan. Ketua kelompok KKN ini, Muh Nabil Rasyid, menjelaskan sosialisasi antinarkoba merupakan program kerja kedua dari lima program utama kelompoknya. Mahasiswa juga menjalankan program lain, seperti pemasangan penanda batas wilayah antara Kelurahan Balandai dan Salobulo, pendampingan Posyandu, kerja bakti bersama Camat Bara, pemasangan papan edukasi penguraian sampah, serta kegiatan mengajar di TPA Darul Khaeriyah.
Salah seorang siswa, Du’at Maulana Reas, mengapresiasi kegiatan sosialisasi tersebut karena dinilai memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba dan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran pelajar untuk mengambil keputusan yang tepat demi melindungi kesehatan dan masa depan mereka.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan beragam bentuk pengabdian mahasiswa KKN UIN Palopo, mulai dari mendukung pendidikan, mengangkat potensi ekonomi desa, merawat kerukunan antarumat beragama, hingga mencegah penyalahgunaan narkoba. Melalui program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mahasiswa dinilai menjalankan tugas akademik, sekaligus membangun kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Apa Reaksi Anda?

